Home VIRAL Kisah Gloria Elsa Hutasoit, Kumpulkan Makeup Bekas Demi Rias Jenazah Gratis

Kisah Gloria Elsa Hutasoit, Kumpulkan Makeup Bekas Demi Rias Jenazah Gratis

189

BeritaNext.com – Bagi kebanyakan orang, makeup bekas atau kedaluwarsa merupakan barang yang sudah tidak bisa dipakai lagi.

Hal ini dikarenakan makeup bekas atau kedaluarsa dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak buruk bagi kulit.

Sehingga makeup bekas atau yang sudah kedaluarsa tersebut pasti dibuang oleh pemiliknya.

Namun, hal ini tidak berlaku bagi Gloria Elsa Hutasoit.

Wanita yang berprofesi sebagai makeup artist itu menggunakan makeup bekas untuk melakukan perbuatan mulia.

Ia menerima sumbangan makeup bekas dari siapa saja yang kemudian digunakan untuk merias orang yang telah meninggal dunia.

Jasa ini ia lakukan secara gratis atau tanpa dipungut biaya.

Pengumpulan makeup bekas dan jasa rias jenazah gratis yang ditawarkan Gloria Elsa Hutasoit menyebar luas setelah status yang ditulisnya di Facebook pada Januari 2018 lalu menjadi viral.

“Buat teman-teman yang memiliki makeup kadaluarsa. Jangan dibuang yah. Bisa di berikan kepada saya, buat makeup jenasah secara gratis.”

“Dan buat teman-teman yang memiliki kerabat atau saudara atau tetangga yang meninggal dan mungkin keadaannya susah, membutuhkan makeup jenasah, dan masih seputaran Jakarta bisa menghubungi saya. Wa: 081298876465 ( Gloria Elsa Hutasoit).”

“Dan yang mau mendonasikan makeup yang kadaluarsa bisa Wa saya agar saya berikan alamat rumah saya. Terima kasih mohon dishare,” tulis Gloria seperti yang dikutip Grid.ID dari akun Facebook Gloria Elsa Hutasoit, Minggu (10/2/2019).

Facebook Gloria Elsa Hutasoit
Gloria Elsa Hutasoit menawarkan jasa rias jenazah gratis.
Hingga saat ini status tersebut telah mendapat 117 komentar dan dibagikan sebanyak 919 kali.

Gloria mengaku bersedia merias jenazah secara cuma-cuma lantaran sempat mengalami kesulitan saat ada anggota keluarga yang meninggal namun dirinya tak mampu menyewa makeup jenazah.

“Awalnya sebenarnya gara-gara banyak saudara aku yang meninggal dan mereka tidak mampu untuk bayar make up jenazah karena mahal. Karena gini orang meninggal itu tidak persiapan. Yang meninggal kita enggak tahu punya tabungan atau tidak,” ujarnya seperti yang dikutip Grid.ID dari Kompas.com Minggu (10/2/2019).

Apalagi saat sang suami meninggal dunia, Gloria banyak menerima uluran tangan dari kerabat dan sahabat.

Ia pun merasa harus mengembalikan apa yang telah diberikan Tuhan padanya dengan melakukan kebaikan.

“Terus kebetulan suami aku 3 tahun lalu sakit-sakitan sampai akhirnya meninggal. Nah aku merasa Tuhan kasih berkah untuk aku dan keluarga, teman-teman banyak tolong. Aku hanya kembalikan apa yang Tuhan beri kepada aku dalam hidup. Ini modelnya melayani, karena aku pernah dalam posisi ditolong orang,” lanjutnya.

Gloria menegaskan, dirinya tak hanya merias jenazah secara gratis dari kalangan kurang mampu.

Wanita berusia 36 tahun ini bersedia merias jenazah secara gratis bagi seluruh kalangan.

“Kalau aku prinsipnya mau siapapun yang dalam keadaan meninggal kadang-kadang orangtuanya miskin anaknya kaya kita enggak tahu, dan tak perlu aku tanyain, aku jawab siapa pun itu yang meninggal mau orang kaya atau miskin, mau orang gila atau siapa saja saya akan datang. Karena aku tahu, ketika aku tidak dibayar itu pun nanti Tuhan akan perhitungkan rezekiku,” ucapnya.

Gloria Elsa Hutasoit memulai kegiatan merias jenazah gratis sejak dua tahun lalu.

Ia bisa dipanggil di rumah ataupun di gereja jika ada orang yang membutuhkan jasanya.

Selain makeup bekas, wanita asal Sumatera Utara ini juga menerima sumbangan rambut palsu atau wig.

Rambut palsu ini nantinya akan diperuntukkan bagi jenazah yang meninggal dalam kondisi tanpa rambut seperti, penderita kanker, atau yang memiliki bekas operasi di kepala.

“Enggak harus make up tapi wig itu pun juga bisa dipakai untuk orang yang sakit kanker ya, yang rambutnya dibotakin, buat yang stroke operasi kepala biasanya tuh pasien itu memerlukan juga,” ungkapnya.

Sampai saat ini Gloria menerima panggilan bagi warga yang tinggal di Jakarta, Tangerang, Depok, dan Bekasi.

Khusus untuk area yang sulit diakses, Gloria berharap bisa dijemput di lokasi tertentu.

“Jadetabek sih tapi kalau daerah yang sudah sampai Bekasi tapi yang dalam gitu aku mintanya dijemput. Misalnya janjian di stasiun Bekasi. Supaya mempercepat waktunya. Aku biasanya dari rumah ke rumah atau gereja,” ucap Gloria.

Gloria mengaku dirinya tetap semangat menjalani profesi tersebut meski tak dibayar lantaran termotivasi dari sang ibunda.

Ibunya merupakan seorang perawat yang bertugas mengurus para pasien di rumah sakit.

Menurut pengakuan Gloria, ibunya merupakan sosok yang berjiwa mulia dan sering membantu kerabat maupun tetangga yang tertimpa musibah.

“Mamaku perawat, nah berbekal dari kecil lihat mama ngurusin pasien aku tau pekerjaan mama sangat mulia. Dan setiap ada orang yang meninggal di dekat rumahku atau gereja mama tanpa harus disuruh dia terpanggil,” bebernya.

“Dari situ aku belajar berbekal ajaran orang tua jadi motivasi aku. Awalnya takut tapi lama kelamaan saya melihat jenazah itu setiap kematian itu ada ceritanya,” lanjutnya.

Tak jarang Gloria menemui bekas luka maupun memar pada jenazah yang diriasnya.

Bagi dirinya, bekas luka tersebut punya cerita tersendiri bagi orang yang ditinggalkan.

“Misalnya punya luka memar itu ada cerita perjuangan. Buat aku menghargai itu ada yang infusan atau operasi di kepala atau kecelakaan ada cerita di balik luka, dan aku enggak mau orang yang datang melihat mereka ketakutan. Aku mau mendandani mereka itu untuk terakhir, aku ingin mereka cantik,” imbuh Gloria.

Pekerjaan merias jenazah ini rupanya dilakukan Gloria di sela profesinya sebagai seorang makeup artist.

Ia pun berharap agar pekerjaan mulianya ini akan terus berjalan dan orang-orang tak segan untuk menghubunginya jika membutuhkan jasanya.

“Aku harap orang-orang bisa save nomor aku supaya kalo ada orang meninggal yang butuh make up jenazah bisa hubungi aku dan ini tanpa dipungut biaya. Walaupun bukan orang kurang mampu,” tandasnya. (*)

Loading...