Home VIRAL Surat Bahar bin Smith Beredar di Dunia Maya : Penjara yang Kalian...

Surat Bahar bin Smith Beredar di Dunia Maya : Penjara yang Kalian Anggap Neraka, bagi Kami Surga

363

BeritaNext.com – Dua bulan sudah Habib Bahar bin Smith mendekam di tahanan Mapolda Jabar.

Bahar bin Smith sendiri menjadi tahanan Polda Jabar setelah penetapannya sebagai tersangka dugaan penganiayaan dua remaja MHU (17) dan ABJ (18).

Polisi menjerat Bahar bin Smith dengan pasal berlapis yakni Pasal 170 ayat (2), pasal 351 ayat (2), pasal 333 ayat (2), dan pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Melansir dari Tribun Jabar, Rabu (6/2) baru-baru ini ramai di internet khususnya media sosial instagram beredar sepucuk surat yang disebut ditulis oleh Bahar bin Smith.

Isi surat berpesan jika dirinya tak mempermasalahkan dihukum penjara.

Ia juga berpesan jika dirinya pejuang yang tak gentar melawan kezaliman.

Bahkan Bahar bin Smith menyebut penjara baginya adalah surga.

Berikut ini isi surat yang beredar di media sosial Instagram dengan hastag #kamibersamahabibbaharbinalibinsmith, yang banyak disebut-sebut ditulis oleh Habib Bahar bin Smith sendiri.

Surat Habib Bahar bin Smith
Jiwa kami adalah jiwa pejuang
Di manapun kami diletakan, kami tetap bertahan
Tak peduli sebesar apapun siksaan, halangan, dan rintangan
Tetap kami tak akan tunduk pada kezaliman!!!

Penjara yang kalian anggap seperti neraka
bagi kami adalah syurga.

Kuasa Hukum Bahar bin Smith, Aziz Yanuar membenarkan akan keabsahan surat tersebut memang ditulis oleh kliennya.

“Siang, ya betul (surat tulisan Habib Bahar bin Smith),” kata Aziz Yanuar dalam pesan WhatsApp yang diterima tribunjabar.id, Rabu (6/2).

Sementara itu, terkait persidangan Habib Bahar bin Smith yang akan datang, sejumlah warga Kota Bandung berharap sidang kasus penganiayaan yang melibatkan Habib Bahar bin Smith yang ditangani oleh Polda Jabar tidak digelar di Kota Bandung.

Kekhawatiran ini ada lantaran pada kasus Buni Yani, meski tempat kejadian perkara di Kota Depok, sidang digelar di Kota Bandung.

“Berkaca dari kasus Buni Yani, lebih baik sidangnya jangan digelar di Kota Bandung. Kejadiannya juga kan di Kabupaten Bogor, jadi sidangnya di Bogor saja,” ujar Dani Sulaeman (40) seorang warga saat ditemui di Kawasan CFD Dago, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Minggu (3/2). (*)

Loading...