Home KRIMINAL Update Kasus Adi Saputra Rusak Motor saat Ditilang, Ternyata Motor Tadahan dan...

Update Kasus Adi Saputra Rusak Motor saat Ditilang, Ternyata Motor Tadahan dan Palsukan Surat

194

BeritaNext.com – Pemuda bernama Adi Saputra (21) mendadak menjadi perbincangan hangat masayarakat lantaran videonya merusak motor menjadi viral di dunia maya.

Adi ternyata nekat merusak motor yang ditumpanginya dengan sang pacar, Yuni lantaran kesal mendapat tilangan dari polisi.

Ia ternyata melanggar peraturan lalu lintas dan tak terima saat ditegur polisi.

Berikut TribunWow.com rangkum fakta mengenai kejadian amukan Adi Saputra yang berujung penahanan:

1. Lawan Arus Berkendara

Peristiwa ini awalnya terjadi di Jalan Letnan Soetopo, BSD Serpong, Tangsel pada Kamis pagi (7/2/2019).

Saat itu Bripka Oky Ranto Hippa Wardhana dan Bripka I Made Andry Kusuma sedang mengatur lalu lintas, dikutip dari TribunJakarta, Jumat (8/2/2019).

Oky saat itu melihat Adi yang membonceng Yuni berkendara melawan arah.

Tak hanya itu, Adi dan Yuni keduanya tidak mengenakan helm, serta tidak membawa kelengkapan surat berkendara.

Kepada Oky, Adi beralasan dirinya tak menggunakan helm karena akan melakukan perjalanan jarak dekat saja.

Sebelum mengamuk dan menghancurkan motor yang dikendarainya, Adi sudah dibujuk secara persuasif oleh Oky dan Made.

Oky juga mengaku sudah menjalankan seluruh prosedur penindakan, dari mulai salam, memberitahukan kesalahan hingga penilangan.

2. Mengamuk dan Membongkar Motor

Aksi amukan Adi kemudian mendapat perhatian dari masyarakat yang berada di sekitar.

Mereka merekam aksi Adi dan dibagikan ke sosial medai dan menjadi viral.

Sebuah pemakai Facebook yang ikut mengunggahnya yakni akun bernama Yuni Rusmini.

Dari video itu tampak Adi mengamuk sambil melepas sebagian body dari motor berwana dominan merah putih tersebut.

Sementara Yuni yang duduk di trotoar jalan hanya menangis melihat tingkat Adi.

“Sudah dong,” ujar si wanita.

Adi juga membolak-balikkan motornya itu.

Sementara polisi yang berada di dekat motor Adi hanya menuliskan di kertas.

“Bakar saja,” ujar Adi sambil terus merusak motornya.

Tak hanya melepas body motornya, ia juga berkali-kali menimpukkan batu besar ke motornya.

Adi juga sempat memarahi polisi yang merekam aksinya tersebut.

“Apa lo? Noh atur noh!,” kata Adi menghadap polisi.

Suara Yuni juga masih terdengar membujuk Adi.

“Udah yang, itu motor kesayangan aku,” teriak Yuni.

Setelah tenang Adi dan Yuni pulang dengan berjalan kaki serta diminta kembali untuk menyerahkan dokumen, namun ia tak kunjung datang.

Sementara kondisi motornya yang telah dibawa ke Satlantas Polres Tangerang sudah tidak berbentuk lagi.

Terlihat hanya kerangka di bagian setir motor, jok serta body yang tidak lagi utuh.

3. Bakar STNK

Aksi Adi yang mendapat perhatian masyarakat tak sampai di situ.

Adi ternyata juga membakar STNK motor tersebut.

Video pembakaran STNK itu juga kembali viral di sosial media.

Seperti yang diunggah oleh akun Instagram @viking_independenmm2100_bekasi, Kamis (7/2/2019).

Akun itu mengunggah video yang diduga Adi karena mengenakan pakaian hingga sandal yang sama dengan video saat dirinya merusak motor.

“Kan tadi nanyain nih STNK nya nih, nih STNK nih,” ujar pria yang diduga Adi sambil membakar STNK.

STNK yang dibakar dengan menggunakan pemantik korek api gas itu sempat susah karena terkena tiupan angin.

“Pembakaran STNK, oh banyak angin,” ujar lelaki lain di video.

“Nih STNK ni? STNK asli yang dibakar?,” tambah laki-laki tersebut.

“Enggak cuma motor doang yang gue hancurin, nih STNK nih, suratnya gue bakar,” ujar Adi.

“Mantul,” kata pria lain.

Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan, mengonfirmasi pembakar STNK dalam video yang viral itu adalah Adi Saputra, dikutip dari TribunJakarta, Jumat (8/2/2019).

“Yang membakar STNK itu orang yang sama,” ujar Ferdy di Mapolsek Ciputat.

4. Motor Ternyata Barang Bukti kasus Penadahan

Dikutip dari Kompas.com, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Fery Irawan kepada wartawan mengatakan motor Scoopy yang dirusak Adi diduga barang bukti tindak penggelapan atau penadahan.

Tindak penggelapan atau penadahan motor itu dilakukan oleh tersangka D.

“Motor yang dalam penguasaan tersangka patut diduga hasil tindak pidana penipuan atau penggelapan yang dilakukan tersangka D,” kata Fery di Mapolres Tangerang Selatan, Jumat (8/2/2019).

Fery mengatakan, Adi mendapatkan sepeda motor tersebut setelah melakukan transaksi melalui Facebook dengan tersangka D.

Motor tersebut kemudian diserahkan bersama STNK tanpa BPKB seharga Rp3.000.000.

Sementara itu, tersangka D mendapatkan motor setelah melakukan penggelapan terhadap korban bernama Nur Ichsan yang menggadaikan motor beserta STNK kepadanya.

Tak hanya kasus penadahan, Adi juga diduga memalsukan surat kendaraan tersebut.

Adi juga dianggap melakukan perusakan barang bukti berupa sepeda motor di hadapan petugas.

Adi melanggar Pasal 263 KUHP dan Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 378 KUHP jo Pasal 480 KUHP dan Pasal 233 KUHP dan atau Pasal 406 KUHP dengan ancaman hukuman sampai dengan 6 tahun penjara.

5. Adi Meminta Maaf Sambil Menangis di Kantor Polisi

Adi Saputra meminta maaf setelah ia ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka atas pasal berlapis dari pelanggar lalu lintas hingga pasal pidana, dikutip dari Kompas.com, Jumat (8/2/2019).

“Saya Adi Saputra memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kepada pihak kepolisian atas perbuatan saya yang tidak terpuji,” ujar Adi Saputra dengan terbata-bata seperti menahan tangis, di Mapolres Tangsel, Jumat (8/2/2019).

Adi Saputra juga mengaku khilaf dan berjanji tidak akan mengulanginya.

“Saya khilaf, saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Saya menghatur terima kasih kepada pihak kepolisan yang telah menegur saya, agar saya lebih baik dalam berkendara dan mematuhi lalu lintas.”

“Sekali lagi saya memohon maaf kepada masyarakat Indonesia, khususnya pihak kepolisian, mohon permohonan saya diterima,” sambungnya.

Nafas Adi juga terdengar tersengal, ia bersuara parau dan berat ketika mengucapkan permintaan maaf itu.

Beberapa kali ucapannya tertahan.

Tangisnya pecah ketika Bripka Oky dihadirkan di forum rilis kasus berbagai pasal itu.

Adi meminta maaf langsung dengan mencium tangan Bripka Oky di depan awak media dan para pimpinan Polres Tangsel.

Pria asal Kota Bumi, Lampung Utara itu tak mampu berkata-kata. Ia hanya mencium tangan Bripka Oky seperti sangat menyesal.

(TribunWow.com)

Loading...