Berita

Anak Terduga Pelaku Bully di Bekasi Merasa Tertekan, Tak Menyangka Bercanda Akan Berujung Amputasi

38
×

Anak Terduga Pelaku Bully di Bekasi Merasa Tertekan, Tak Menyangka Bercanda Akan Berujung Amputasi

Share this article

Laporan wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar 

KILASVIRAL.COM, TAMBUN SELATAN – Siswa terduga pelaku bullying berinisial L (12), merasa tertekan setelah kasusnya menjadi sorotan hingga masuk ke proses hukum. 

Hal ini disampaikan kusa hukum terduga pelaku, Sutrisna Wijaya, kliennya tak pernah menyangka bercanda menyelengkat kaki bakal berujung diamputasi. 

“Ada tekanan di anak, karena merasa cuman nyelengkat kok jadi separah ini masalahnya,” kata Sutrisna, Jumat (3/11/2023). 


L lanjut Sutrisna, hanyalah anak biasa yang senang bermain dan bercanda layaknya anak-anak pada umumnya. 

Dia tak pernah ada niat melakukan bully, apalagi sampai mencelakakan teman sekolahnya saat masih menuntut ilmu di SDN Jatimulya 09 Bekasi. 

“Si anak (L) merasa bersalah, tapi dalam posisi bercanda kalau dia tau akan separah ini mungkin enggak akan nyelengkat orang lain,” ucapnya. 

Terduga pelaku juga sempat mencurahkan penyesalan sambil menangis ke orang tuanya, dia merasa sangat bersalah saat mengetahui Fatir diamputasi. 

“Dia nangis bilang ke mamahnya ‘memang saya salah bercanda sampai kaya gitu mah, kasihan sama korban sampai enggak punya kaki mah’,” tutur Sutrisna. 

FAA (12) siswa SD yang menjadi korban bullying atau perundungan terhadap lima teman sekelasnya di Tambun Selatan, Bekasi, kini harus amputasi kaki, Selasa (31/10/2023) (Kolase Wartakotalive.com/Istimewa)

Sebelumnya diberitakan, siswa berinisial FAA (12) selanjutnya disebut Fatir, terpaksa kehilangan kaki kirinya usai menjalani operasi kanker tulang di RS Kanker Dharmais, Jakarta.  

Korban diduga menjadi korban bully teman sekolahnya, peristiwa terjadi pada Februari 2023 lalu ketika Fatir hendak ke kantin. 

Saat itu, dia bersama kelima temannya termasuk terduga pelaku jajan ke kantin sekolah lalu disliding hingga jatuh. 

Bukannya ditolong, teman-teman FAA justru menertawakan korban yang saat itu menahan sakit. Tiga hari setelah kejadian itu, kondisi kesehatannya menurun.  

Pada Agustus 2023, FAA didiagnosa menderita kanker tulang. Dokter terpaksa melakukan operasi amputasi pada kaki kiri siswa yang saat ini duduk di bangku kelas 7 sekolah menengah pertama.

Baca artikel menarik TribunJakarta.com lainnya di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *