Home Viral Beredar Video Penggerebekan Dosen Berduaan di Kamar Kos dengan Mahasiswi Baru, Berikut...

Beredar Video Penggerebekan Dosen Berduaan di Kamar Kos dengan Mahasiswi Baru, Berikut Deretan Faktanya

173

Beritanext.com – Beredar Video Penggerebekan Dosen Berduaan di Kamar Kos dengan Mahasiswi Baru, Berikut Deretan Faktanya

Kasus perselingkuhan Dosen Politani Kupang dengan mahasiswinya yang baru semester dua bernama GMTN (18) dibongkar oleh istri dan anak lelakinya pada Rabu (8/1/2019).

Dosen tersebut yakni LL yang memiliki nama asli Dr Laurensius Lehar, sedangkan selingkuhannya berinisial GM, seorang mahasiswinya yang masih duduk di semester satu.

Mereka terpergok sedang berada di sebuah kamar kos milik GM di Jalan Soverdi, Kelurahan Oebufu Kecamatan Kota Kupang.

Sementara saat penggerebekan Lehar tidak tersorot dalam video tersebut.

Dalam video itu nampak GM duduk di atas kasur, ia sempat mengeluarkan kata yang tak senonoh saat akan di foto.

Mahasiswi tersebut baru berusia 18 tahun, yakni kelahiran 2000.

Sementara sang dosen yakni DR. Laurensius Lehar, SP. MP, merupakan dosen tetap yang berstatus aktif mengajar di Politeknik Tani Kupang.

Pada tahun 2007 hingga 2009, ia menyelesaikan S2 Magister pertanian ilmu hortikultura di Malang.

Ia merupakan lulus S3 dari universitas negeri di Malang. Ia menempuh ilmu pertanian S3 di Malang tahun 2013.

Laurensius dinyatakan lulus pada 3 Januari 2018 setelah menempuh kuliah selama 5 tahun. Lalu ia meneruskan mengajar di program studi teknologi industri hortikultura di Kupang.

Pada tahun 2018 ini, ia aktif menulis di jurnal ilmiah bersama sejumlah dosen lain.

Penelian itu mulai dari tanaman kentang di dataran tinggi, bio urine, hingga penelitian mengenai tanaman tomat.

Doktor tersebut diketahui merupakan dosen program studi PTH, sedangkan GM merupakan mahasiswi PPLK pada kampus yang sama.

Menurut pengakuan sang istri dosen, perubahan sikap sang dosen hortikultura ini tampak sepulang mengambil gelar doktoral Februari 2018 lalu.

Sang istri yang memergoki suaminya tersebut sebelumnya melaporkan kasus itu pada pihak kepolisian, namun sudah mencabutnya.

Hal itu karena kasus tersebut telah memiliki titik balik.

Lehar sepakat akan melanjutkan hubungan cinta dengan mahasiswinya dan akan menyelesaikan persoalan hubungan perkawinan dengan istri juga keluarga besar istrinya.

Siapakah doktor yang berselingkuh dengan mahasiswi di Kupang?

Seperti dikutip Pos-Kupang.com dari pangkalan data pendidikan tinggi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi disebutkan DR. LL, SP. MP, merupakan dosen tetap yang berstatus aktif mengajar di sebuah perguruan tinggi negeri di Kota Kupang.

Pada tahun 2007 hingga 2009, ia menyelesaikan S2 Magister pertanian ilmu hortikultura di Malang.

LL merupakan lulus S3 dari universitas negeri di Malang. Ia menempuh ilmu pertanian S3 di Malang tahun 2013.

LL dinyatakan lulus pada 3 Januari 2018 setelah menempuh kuliah selama 5 tahun.

Lalu ia meneruskan mengajar di program studi teknologi industri hortikultura di Kupang.

Pada tahun 2018 ini, ia aktif menulis di jurnal ilmiah bersama sejumlah dosen lain.

Penelian itu mulai dari tanaman kentang di dataran tinggi, bio urine, hingga penelitian mengenai tanaman tomat.

Menurut pengakuan sang istri dosen, perubahan sikap sang dosen hortikultura ini tampak sepulang mengambil gelar doktoral Februari 2018 lalu.

Mahasiswi yang digerebek saat berduaan dengan seorang dosen di Kupang. Keduanya digerebek oleh istri sang dosen sebuah perguruan tinggi negeri di Kupang, Kamis (10/1/2019). (pos-kupang.com)

“Kami menderita na, saya dengan anak anak menderita terlalu ngeri. Anak-anak dua orang, ini yang menderita lebih parah,” ujar EO, istri dosen LL.

Ia secara terang-terangan bahkan tidak lagi memperhatikan isteri dan anak-anaknya sebagaimana layaknya kewajiban sebagai seorang suami.

Uang gaji tidak pernah utuh diketahui isteri, bahkan keluarga hanya ‘dijatahi’ Rp 1,5 juta untuk biaya hidup sebulan dengan berbagai macam pos pengeluaran.

Isteri dan anak anak juga bahkan sampai dilarang menggunakan bahkan menumpang mobil keluarga, yang ia tegaskan sebagai miliknya pribadi.

Kampus Bakal Beri Sanksi Tegas

Kasus perselingkuhan antara dosen bergelar doktor dengan salah seorang mahasiswi di Kota Kupang memasuki babak baru.

Pasca terungkap yang berujung saling lapor di Polres Kupang Kota untuk diselesaikan secara kekeluargaan namun sang dosen tetap terancam sanksi berat.

Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang Ir Thomas Lapenangga Msi memastikan akan memberikan sanksi berat kepada dosen yang terlibat dalam kasus perselingkuhan dengan mahasiswa yang menyeret nama lembaga pendidikan tinggi yang ia pimpin.

Pasalnya, ia telah memastikan bahwa dosen bergelar doktor yang berinisial LL itu merupakan dosen PNS pada lembaga yang ia pimpin, demikian pula dengan selingkuhannya GM, juga merupakan mahasiswa pada lembaga pendidikan tinggi yang sama.

“Dosen LL saya pastikan merupakan dosen PNS di lembaga ini, demikian pula GTMN juga merupakan mahasiswa semester satu di sini (Politani Negeri Kupang),” katanya.

Berdasarkan kebijakan lembaga, urai Thomas, pelanggaran yang dilakukan oleh LL dan GM merupakan pelanggaran asusila atau etika yang akan dikenakan sanksi tegas.

“Di sini untuk pelanggaran korupsi dan asusila, tidak ada mengenal sanksi ringan. Saya pastikan kasus ini akan dikenakan sanksi berat, dosen yang bersangkutan bisa diberhentikan tidak dengan hormat termasuk dari PNSnya,” jelas Thomas.

Ia melanjutkan, meskipun persoalan perselingkuhan tersebut akan diselesaikan secara kekeluargaan, tetapi secara lembaga, yang bersangkutan tetap akan dikenakan sanksi.

Penyelesaian keluarga tidak dapat menjadi instrumen yang mempengaruhi regulasi kampus dalam penyelesaian kasus asusila yang merusak nama baik kampus.

EO, isteri dosen LL saat bersitegang dengan GMTN yang merupakan selingkuhan suaminya di dalam kost di jalan Souverdi Oebufu pada Rabu (8/1/2019) sore. (foto dari keluarga untuk Pos Kupang)

“Kita dengar kasusnya sudah ditarik dari polisi, penyelesaian juga akan dilakukan secara keluarga, tetapi itu tidak mempengaruhi sikap kampus dalam penyelesaian kasus ini,” tambah Thomas.

Selain dosen LL, GM yang berperan kunci dalam kasus ini juga dipastikan mendapat sanksi karena tindakan yang dinilai mencoreng nama baik kampus.

Mahasiswa semester satu itu terancam di Drop Out (DO) dari kampus.

“Untuk mahasiswa juga kita pastikan akan mendapat sanksi, paling berat ya di-DO dari kampus,” ujarnya.

Namun, kepastian secara resmi penerapan sanksi ini baru akan dibicarakan pada Hari Senin (14/1/2019) pagi bersama pejabat Politani Negeri Kupang dan Baperjakat.

Sebelumnya diberitakan, dosen LL “ditangkap” oleh isteri dan anaknya karena berselingkuh dengan GTMN yang merupakan mahasiswanya di Kost milik GTMN di jalan Souverdi Oebufu Kota Kupang pada Rabu (9/1/2019).

LL yang bergelar doktor itu diketahui merupakan dosen program studi PTH, sedang GTMN merupakan mahasiswi PPLK pada kampus yang sama.

Mereka kemudian bersitegang dan membuat laporan polisi.

Namun, pada Kamis (10/1/2019) LL dan pihak EO yang merupakan isterinya dan GTMN bersepakat untuk mencabut laporan polisi dan menyelesaikan secara keluarga.

Mahasiswi yang digerebek saat berduaan dengan seorang dosen di Kupang. Keduanya digerebek oleh istri sang dosen sebuah perguruan tinggi negeri di Kupang, Kamis (10/1/2019). (pos-kupang.com)

LL mengakui “berzina” dan memiliki hubungan spesial dengan mahasiswi 17 tahun itu bahkan mengeksekusi kesepakatan dengan mahasiswi itu untuk melanjutkan hubungan cinta keduanya dan akan menyelesaikan persoalan hubungan perkawinan dengan isteri dan keluarga besar isterinya.

Simak Videonya:

Deretan Fakta

Berikut 14 fakta kasus perselingkuhan antara Doktor LL dengan mahasiswinya, GMTN.

Di antara fakta-fakta itu, terungkap sebuah fakta baru. Apa saja?

1. Digerebek Anak dan Istri

DR LL digerebek sendiri oleh istrinya, EO, dan anaknya, Eren.

Kepada POS-KUPANG.COM di Mapolres Kupang Kota pada Rabu malam, Eren alias EL, mengatakan ia dan ibunya memergoki ayahnya sedang berada di kost milik GMTN.
Saat itu, EO langsung masuk ke kamar kost milik GMTN.

Ia melabrak GMTN yang masih berada di tempat tidur.

EO mengaku apa yang ia lakukan itu semata demi anak-anaknya.

2. Curigai Sepeda Motor

Kasus perselingkuhan DR LL dengan GMTN terbongkar karena sepeda motor yang biasa dipakai DR LL.

“Ketika kami lewat di Jalan Souverdi, kami lihat sepeda motor milik Bapak ada terparkir di halaman kost,” kata Eren.

Kecurigaan itu benar karena begitu masuk, sang ayah sedang berada di kamar kost bersama GMTN.

“Jadi kami langsung masuk dan mendapati bapa ada di dalam kamar kost bersama mahasiswi itu,” ujar Eren.

Selama ini Eren mengaku tidak diperbolehkan untuk memakai sepeda motor sang ayah.
Alasannya karena sepeda motor tersebut disewakan kepada rekan kerjanya.

Belakangan, ia mendapat informasi dari beberapa temannya jika sepeda motor yang mereka kenali sebagai milik keluarga itu biasa digunakan oleh salah seorang wanita yang merupakan mahasiswi ayahnya.

3. Selingkuhan Berumur 18 Tahun

GMTN yang baru saja masuk kuliah ternyata masih berumur 18 tahun.

GMTN kelahiran Tahun 2000.

Hal itu sontak membuat sang istri DR LL, EO, tidak habis pikir bagaimana bisa suaminya yang sudah berumur selingkuh dengan gadis berumur 18 tahun.

Tidak hanya itu, GMTN juga merupakan mahasiswi suaminya sendiri.

4. Nekat Ciuman di Jalan

EO mengatakan GMTN telah terang-terangan mengakui kalau DR LL adalah suaminya.

Hal itu disampaikan GMTN di hadapan EO dan Eren.

Untuk membuktikannya, GMTN bahkan berciuman dengan Lele di pinggir jalan.

“Dia (GMTN) maki maki beta, terus di pinggir jalan ring bacium. Dia mengaku dia yang punya suami ini. Jadi dia bilang, ‘he, itu be pung dosen, be pung suami,” cerita EO menirukan ucapan mahasiswi asal Camplong itu.

5. Tercium Sejak Lama

Dari pengakuan istri DR LL, EO, dugaan perselingkuhan ini sudah tercium lama.

Bahkan keluarga sudah berulang kami memberikan nasihat dan peringatan.

EO dan keluarga, telah berusaha untuk menjaga nama baik keluarga.

“Kami menderita na, saya dengan anak anak menderita terlalu ngeri. Anak-anak dua orang, ini yang menderita lebih parah,” ujar EO.

Baru kali ini terbongkar.

“Ini demi be pung anak anak, karna kami dapat sendiri. Sudah dari dulu (suaminya dicurigai menyimpan wanita lain) hanya tidak terbongkar perempuannya, ini baru dapat langsung,” tegas EO.

Kelakuan suaminya malah menjadi jadi, apalagi sejak kembali dari menempuh pendidikan doktoralnya.

6. Raih Gelar Doktor

LL sendiri meraih gelar Doktor di Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur.

Poskupang.tribunnews.com, mencoba melacak aktivitas perkuliahan Doktor Lele di mesin pencarian Google, Jumat (12/1/2019).

DR Lele tercatat sebagai mahasiswa program Doktoral Universitas Brawijaya untuk tahun Ajaran 2013/2014.

DR Lele mendapat Nomor Induk Mahasiswa (NIM) 54137040100111***

Penetapan NIM itu merujuk pada Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan Pembatu Rektor (Purek 1) Universitas Brawijaya Atas Nama Rektor, Prof DR Ir Bambang Soeharto MS.
SK tersebut bernomor: 3271/UN10/AK/2013.

SK dengan lampiran selembar itu menegaskan perihal Penerbitan SK Penerimaan Mahasiswa Baru Program Magister dan Doktor FB UB Semester Ganjil Tahun Ajaran 2013/2014.

Mengutip laman fp.ub.ac.id, DR LL adalah wisudawan dengan nomor urut 54.

Dari daftar tersebut, DR Lele diwisuda bersama dengan wisudawan lainnya di Fakultas Pertanian Brawijaya.

Jumlah sarjana yang diwisuda mencapai 90 orang.

Wisyudawan pertama bernama Dr Adam Wiryawan yang tercatat belum mendaftar di KMH.

Selanjutnya di nomor 2 ada Agnes Andriana Dewi SP.

7. Terima Beasiswa Rp 24 Juta

Sebagaimana layaknya penerima beasiswa, DR Lele juga menerima tunjangan.

Mengutip http://ppsub.ub.ac.id/, tertulis data Transfer Perpanjangan BPPDN S3 Angkatan 2013, tunjangan per semester senilai Rp 24 juta.

Untuk September 2016 hingga Februari 2017 misalnya, DR Lele menerima tunjangan Rp 24.000.000.

Mahasiswa peraih beasiswa lainnya di Fakultas Pertanian Brawijaya juga menerima bantuan biaya.

Namun alokasinya berbeda. Mulai dari Rp 16 juta hingga 24 juta

8. DR LL Tutupi Gaji

Istri DR LL, EO, mengaku sejak pulang mengambil gelar doktoral pada Februari 2018 lalu, kelakuan suaminya menjadi-jadi.

Ia dengan terang-terangan bahkan tidak lagi memperhatikan isteri dan anak-anaknya sebagaimana layaknya kewajiban sebagai seorang suami.

Uang gajinya sebagai dosen tidak pernah utuh diketahui isteri.

Uang segitu untuk memenuhi semua kebutuhan keluarga selama sebulan.

Tidak hanya soal gaji, DR LL juge melarang anak dan istrinya menggunakan maupun menumpang mobil milik keluarga.

9. Aktif Mengajar di Politani

DR LL tercatat aktif mengajar di Polotani Negeri Kupang.

Pada semester ganjil Ganjil 2010, DR LL mengajar:

* Biokimia Tanaman

* Dasar-dasar Hortikultura

* Budidaya Tanpa Tanah

* Manajemen Industri Hortikultura

Sementara untuk semester genap Tahun 2010, DR LL mengajar:

* Teknologi Industri Horti.Biofarmaka

* Perbanyakan Vegetatif

10. GTMN Punya Kembaran

Rupanya belakangan terungkap kalau GMTN punya kembaran.

Wajahnya mirip sekali dengan GMTN.

Setidaknya hal itu bisa dilihat di akun media sosial sang kembaran GMTN yang bernama TN.

Raut wajah TN, bentuk rambut, kulit dan sebagainya sangat mirip dengan dengan GMTN.

Bahkan kabarnya, TN juga kuliah di kampus yang sama dengan GMTN.

11. GMTN Tantang Sang Dosen Memilih

Istri DR LL, EO, mengaku saat digerebek di kamar kostnya, GMTN sempat menantang suaminya.

Apakah ia akan ikut dengan EO atau memilih tetap bersama dengan GMTN.

Simak videonya di atas!

sumber : ( Mohamad Afkar Sarvika/tribunjakarta.com) dipublikasikan Senin, 14 Januari 2019 10:15