Diwawancarai Menpora, Begini Kata Atlet Blind Judo Indonesia yang Didiskualifikasi

Like Comment

Beritanext.com – Diwawancarai Menpora, Begini Kata Atlet Blind Judo Indonesia yang Didiskualifikasi

Miftahul Jannah pasrah namanya dicoret dari daftar atlet Blind Judo di Asian Para Games 2018.

Meski sudah siap di arena, wanita asal Aceh itu mempersilahkan wasit mendiskualifikasi karena teguh tak mau melepas hijabnya.

Dilansir Tribunnews.com dari Bolasport.com, Ahmad Bahar, penanggung jawab Judo Asian Para Games 2018 menjelaskan, aturan di Judo melarang atletnya memakai hijab.

“Ada aturan wasit dan aturan tingkat internasional di Federasi Olahraga Buta Internasional (IBSA), pemain tak boleh menggunakan hijab dan wajib melepas saat bertanding,” terang Bahar.

Bahar juga membantah, aturan tersebut merupakan satu bentuk diskriminasi.

Aturan tersebut dibuat untuk menghindari risiko besar yang mungkin terjadi pada atlet jika tetap mengenakan hijab saat berlaga.

“Aturan internasional mulai 2012, setiap atlet yang bertanding pada cabang judo tidak boleh berjilbab karena dalam pertandingan judo ada teknik bawah dan jilbab akan mengganggu,” ungkapnya.

Hijab dinilai berpotensi menimbulkan aksi cekikan di leher dan bearkibat fatal

Setelah namanya ramai jadi sorotan usai dicoret dari Asian Para Games 2018, Miftahul Jannah akhirnya buka suara.

Lewat video yang diunggah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftah memberikan klarifikasi terkait diskualifikasi yang menimpanya.

“Assalamualaikum Miftahul Jannah, akhirnya kita bertemu malam ini. Mif gimana tadi gimana peristiwanya?” tanya Menteri Imam.

“Waalaikumsalam, tadi peristiwanya Miftah melanggar aturan, tetapi mempertahankan prinsip,” jawabnya.

“Wow keren,” timpal Imam Nahrowi.

“Jadi prinsipmu dilaksanakan dengan baik tidak mau melepas jilbabnya gitu? Tapi regulasinya begitu ya aturannya ya?” tanya Imam lagi.

“Iya regulasinya seperti itu, tapi prinsip Miftah pun harus Miftah jalani,” ujarnya.

“Jadi sama-sama jalan dong?” balas Menpora.

“Iya sama-sama jalan,” kata Miftah.

Tak hanya memberi klarifikasi, atlet satu ini juga memberikan pesannya pada rekan sesama atlet dan masyarakat Indonesia.

“Pesanmu apa untuk teman-teman, untuk semua atlet Asian Para Games dan masyarakat untuk nonton Asian Para Games, tutur Menpora.

“Untuk semuanya kalau bisa mendukung penuh untuk Asian Para Games. Buat teman-teman jadilah kebanggaan bagi Indonesia. Raihlah medali sebanyak-banyaknya,” pesan Miftah.

“Alhamdulilah, berapa banyak kira-kira?” tanya Menpora.

“Melebihi dari target,” harap Miftah.

“Target 16 lebihnya berapa? 26?” timpal Menpora.

“Seperti itu,” jawab Miftah yang kemudian diaminkan oleh Imam Nahrawi.

Usai wawancara singkatnya dengan Miftahul Jannah, Menpora pun pamit undur diri.

“Makasih Miftah, selamat istirahat ya Asaalamualikum,” pungkas Imam.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Imam Nahrawi (@nahrawi_imam) on

Selain mengunggah video wawancara singkatnya dengan Miftahul Jannah, Menpora juga menulis caption pemberitahuan bahwa Komite Paralympics Nasional Indonesia telah meminta maaf atas insiden tersebut.

“10.2018

Mempertahankan prinsip patut kita hormati tapi peraturan tetap harus ditegakkan.

Inilah pesan langsung dari Miftahul Jannah saat kami bertemu semalam.

National Paralympics Commitee (NPC) Indonesia sudah meminta maaf atas insiden tersebut.

Atlet Blind Judo asal Aceh ini juga memberi semangat khusus untuk semua atlet #AsianParaGames2018 yang berlaga agar terus semangat meraih prestasi,” tulis Menpora Imam Nahrawi.

Demikianlah artikel beritanext yang berjudul “ Diwawancarai Menpora, Begini Kata Atlet Blind Judo Indonesia yang Didiskualifikasi” Semoga bermanfaat

sumber  : (Anugrah Fitra Nurani/tribunjatim.com) dipublikasikan Selasa, 9 Oktober 2018 13:38

You might like