Home Inspirasi Kisah Miftakhul Ilmi, Pemuda Asal Bumiayu Ini Selamat dari Tragedi Lion Air...

Kisah Miftakhul Ilmi, Pemuda Asal Bumiayu Ini Selamat dari Tragedi Lion Air JT60

207

BeritaNext.com – Nasib mujur dialami Miftakhul Ilmi warga Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes yang merupakan calon penumpang Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Ranjung Karawang Jawa Barat, Senin (29/10) pagi. Dirinya selamat setelah gagal naik pesawat naas itu lantaran terlambat tiba di bandara akibat macet yang dialaminya.

Tentu saja itu menjadi kabar gembira bagi Rukhamah, ibundanya. Menurutnya, dia sangat bersyukur dan bisa bernapas lega, lantaran anaknya itu batal naik pesawat yang jatuh dan selamat.

“Dari sini berangkat semalam (Minggu). Tapi bisnya macet, jadi terlambat sampai di bandara,” katanya.

Menurut Rukhamah, Ilmi merupakan anak keempat yang saat inu bekerja di bagian tekhnik bandara di Pangkal Pinang. Sebelum sampai di Bandara, Miftakhul sempat mengirim kabar.

“Senin pagi sekitar pukul 05.30 WIB dia kasih kabar kalau bisnya macet. Jadi kemungkinan terlambat karena pesawatnya terbang pukul 06.00 WIB,” jelasnya.

Menurut Rukhamah, sebelum berangkat, Ilmi sempat berpesan menitipkan anaknya yang masih berusia 10 bulan dan istrinya. Kini, anaknya itu telah berangkat ke Pangkal Pinang dengan pesawat sekitar pukul 10.00 WIB.

“Selama di pesawat katanya dia nangis terus karena terharu. Masih dikasih umur panjang,” pungkasnya.

Pencarian Dihentikan, Inilah Daftar Korban Lion Air JT610 yang Sudah Teridentifikasi Ada 79 Orang

Berikut daftar 79 nama korban Lion Air JT610 yang telah teridentifikasi:

Rabu (31/10/2018)

1. Jannatun Shintya Dewi

Jumat (2/11/2018)

2. Chandra Kirana

3. Monni

4. Hizkia Jorry Saroinsong

Sabtu (3/11/2018)

5. Fauzan Azima

6. Wahyu Susilo

7. Endang Sri Bagus Nita

Minggu (4/11/2018)

8. Dodi Junaidi

9. Muhammad Nasir

10. Janry Efriyanto Sianturi

11. Karmin

12. Harwinoko

13. Verian Utama

14. Rohmanir Pandi Sagala

Senin (5/11/2018)

15. Rudolf Petrous Sayers

16. Eka Suganda

17. Fifi Hajanto

18. Hendra

19. Dede Anggraini

20. Vera Junita

21. Restia Amelia

22. Eryanto

23. Reni Ariyanti

24. Muhammad Ravi Andrian

25. Niar Ruri Sunarniat Soegiyono

26. Sudibyo Onggowardoyo

27. Mito

Selasa (6/11/2018)

28. Daniel Suharjani Jaya

29. Cosa Riyanda Sohab

30. Martono

31. Rebagus Nurwito Desi Putra

32. Imam Riyanto

33. Tesa Kautsar

34. Wahyu Aldila

35. Mawar Serjati

36. Herjuno Dartito

37. Mack Stanly

38. Ubaidilah Salabi

39. Ibnu Hajar Riyandi Hantoro

40. Mattew Darryl Pongkal

41. Ariawan Komardi

42. Paul Ferdinand Ayorbaba

43. Nurul Dyah Ayu Shitaresmi

44. Dony

Rabu (7/11/2018)

45. Kasan

46. Rafezza Wijaya

47. Radika Wijaya

48. Sekar Maulana

49. Rio Ananda Pratama

50. Eling Sutikno

51. Sahabudin

Kamis (8/11/2018)

52. Tri Haszka Hafidzi

53. Inayah Fatma Kurnia Dewi

54. Hesti Nuraini

55. Junior Pribadi

56. Mery Yulyanda

57. Yunita

58. Daryanto

59. Arif Yustian

60. Denny Maulana

61. Shintia Melina

62. Tan Toni

63. Indra Bayu Aji

64. Linda

65. Filzaladi

66. Ary Budiastuti

67. Wendy

68. Hasnawati

69. Dolar

70. Abdul Efendi

71. Hedy

Jumat (9/11/2018)

72. Muas Efendi

73. Murdiman

74. Ambo Malibone

75. Darwin Haryanto

76. Fendi Christanto

77. Kyara Aurine Daniendra

Sabtu (10/11/2018)

78. Rivandi Pranata

79. Joyo Nuroso

Di sisi lain, Pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP resmi dihentikan oleh Badan SAR Nasional (BASARNAS), Sabtu (10/11/2018).

Operasi pencarian ini dihentikan setelah masa perpanjangan pencarian korban selama tiga hari tidak menemui hasil yang maksimal.

Hal tersebut diakui langsung oleh kepala Basarnas, Marsekal Madya M Syaugi di dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (10/11/2018).

“Kami dari tim SAR Basarnas mengambil keputusan bahwa operasi SAR ini secara terpusat disudahi atau ditutup hari ini,” ucap Syaugi dilansir dari kompas.com.

Operasi pencarian korban dihentikan lantaran di hari ke-13, temuan Basarnas semakin sedikit.

Pada Jumat (9/11/2018) Basarnas hanya mampu menemukan satu kantong jenazah.

Sedangkan pada sejak Sabtu (10/11/2018) pagi hingga siang ini pencarian Basarnas tidak membuahkan hasil.
“Berdasarkan evaluasi kita peninjauan ke TKP, rapat staf, dan masukan dari berbagai pihak, kemarin kita hanya menemukan satu kantong jenazah, itu pun hanya pagi hari,” ujar Syaugi.

Meski operasi pencarian oleh Basarnas ini resmi dihentikan, namu Syaugi menyebutkan Basarnas di Jakarta dan Bandung akan tetap siaga apabila menerima informasi mengenai temuan tubuh korban.

Selain itu pihaknya juga akan tetap membantu pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dengan mengerahkan sepuluh penyelamnya untuk melakukan pencarian bagian kotak hitam yang menampung cockpit voice recorder (CVR).Radartegal.com/Tribunnews.com