Home Kriminal Mengulas Fakta Haris Simamora : Rencana Pendakian hingga Ucapan Bohong ke Anak

Mengulas Fakta Haris Simamora : Rencana Pendakian hingga Ucapan Bohong ke Anak

182
0

Beritanext.com – Mengulas Fakta Haris Simamora : Rencana Pendakian hingga Ucapan Bohong ke Anak

Tragedi pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat menjadi tanda tanya publik.

Tidak ada yang menyangka bahwa keluarga Diperum meningal dengan cara tragis.

Satu keluarga di Bekasi yang terbunuh di antaranya, Diperum Nainggolan (38), Maya Boru Ambarita (37), Sarah Boru Nainggolan (9), dan Arya Nainggolan (7).

Mereka ditemukan tak bernyawa di rumahnya di Jalan Bojong nangka 2 RT 002 RW 07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

Dikutip dari Tribunnews.com (15/11/2018), HS kini telah ditangkap dan ditahan oleh polisi setelah mobil Nissan X Trail milik korban yang dibawa HS ditemukan polisi.

Suasana rumah duka pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka II, Jatirahayu, Pondok Melati Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/11/2018). (Warta Kota)

Seperti apa sebenarnya sosok HS sendiri dan aksinya dalam kasus ini?

HS Adalah Keluarga Korban Sendiri

HS, pria yang dinyatakan sebagai tersangka pembunuh satu keluarga di Bekasi itu ternyata masih memiliki hubungan dengan keluarga istri korban, Maya Ambarita yang turut meninggal dunia.

“HS ini masih ada sehubungan saudara dengan korban yang perempuan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Dikutip dari Nakita.ID, Kombes Pol Argo Yuwono mengungkapkan bahwa HS masih berumur di bawah 30 tahun.

HS saat ini masih menganggur selama 3 bulan.

“Yang bersangkutan sudah tidak bekerja selama tiga bulan. Tadinya kerja di perusahaan di Cikarang,” jelas Kombes Pol Argo Yuwono.

HS kerap menginap di rumah korban yang berada di Bojong Nangka, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Dirinya kerap tidur di kos-kosan yang dijaga oleh korban.

HS, pelaku pembunuhan keluarga Diperum Nainggolan di Bekasi saat dihadirkan di hadapan media, Jumat (16/11/2018). (Kompas.com)

HS Pernah Kelola Kontrakan yang Sama dengan Diperum

Dikutip dari Kompas.com, tersangka pembunuh satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat, ternyata pernah mengelola kontrakan dan warung kakak korban, Douglas Nainggolan.

Setelah itu, kontrakan Douglas dikelola sang adik atau korban, Diperum Nainggolan.

HS saat Tenangkan Anak Korban: Tidur Lagi Sana, Mama Cuma Sakit Kok…

Setelah membunuh Diperum dan istrinya, HS juga sempat menenangkan kedua anak korban yang panik.

Dua anak Diperum Nainggolan (38), Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7), sempat terbangun usai HS membunuh Diperum dan istrinya, Maya Boru Ambarita (37) pada Senin (12/11/2018) malam.

Argo Yuwono mengatakan, Sarah dan Arya sempat berjalan keluar kamar untuk melihat kondisi kedua orang tuanya.

Namun, HS menghalangi langkah kedua keponakannya itu dan meminta mereka kembali tidur.

“HS menenangkan dua anak Diperum dan bilang ‘Tidur lagi sana, Mama cuma sakit kok’,” ujar Argo dikutip dari Kompas.com.

Tak hanya menenangkan, HS juga membimbing Sarah dan Arya menuju tempat tidurnya dan menidurkan keduanya.

HS pada akhirnya juga membunuh kedua anak itu dengan cara mencekiknya.

Satu keluarga ditemukan tewas di rumahnya Jalan Bojong Nangka II, Jatirahayu, Pondok Melati Kota Bekasi, pada Selasa (13/11/2018) dini hari. (Kolase Wartakotalive.com/ Facebook (Muhammad Azzam/Maya Sofya Ambarita))

HS Hendak Mendaki Gunung Guntur untuk Tenangkan Diri

HS membunuh keluarga Diperum lantaran dendam pribadi.

Setelah ditangkap, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya mengatakan, HS merasa kesal karena kerap dimarahi oleh korban.

“(Motifnya) sering dimarahi itu saja,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (16/11/2018).

Lebih lanjut, Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Wahyu Hadiningrat mengatakan, HS ini selain sudah merencanakan pembunuhan, ia juga punya rencana untuk mendaki gunung.

HS berencana mendaki Gunung Guntur untuk menenangkan diri setelah membunuh keluarga Diperum Naingg

olan, di Bekasi, Jawa Barat.

“Berdasarkan keterangannya, pelaku ini hobinya naik gunung. Jadi maksudnya untuk menenangkan diri, jadi dia naik gunung,” ujar Wahyu Wakapolda Metro Jaya, dikutip dari Kompas.com.

“Tapi sebelum naik (gunung) sudah tertangkap saat dia persiapan naik, tidur di saung itu,” lanjut dia.

HS, pelaku pembunuhan keluarga Diperum Nainggolan di Bekasi saat dihadirkan di hadapan media, Jumat (16/11/2018). (Kompas.com)

HS Bunuh Satu Keluarga di Bekasi dalam Kondisi Sadar

Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Wahyu Hadiningrat mengatakan, HS membunuh keluarga Diperum Nainggolan di Bekasi, Jawa Barat, dalam kondisi sadar.

“Pengakuannya dia sadar ya (melakukan pembunuhan),” ujar Wahyu dilansir dari Kompas.com.

Wahyu memastikan HS tidak dalam pengaruh minuman keras atau obat-obatan terlarang saat melakukan pembunuhan.

Tak hanya itu, berdasarkan hasil pemeriksaan, HS dinyatakan normal secara psikologis.

“Pelaku ini normal karena dia juga pernah bekerja di situ, mengawasi kos-kosan. Namun, kami tetap akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata dia.

Wahyu menambahkan, HS membunuh keluarga Diperum Nainggolan saat para korbannya tengah tertidur sekitar pukul 23.00 WIB.

Demikianlah artikel beritanext yang berjudul ” Mengulas Fakta Haris Simamora : Rencana Pendakian hingga Ucapan Bohong ke Anak ” Semoga bermanfaat

sumber :  (Ignatia/tribunjatim.com) dipubllikasikan Jumat, 16 November 2018 21:36

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here