Home Kriminal Sempat Cekcok di Telepon, Tetangga Ungkap Keganjilan Kasus Satu Keluarga di Bekasi

Sempat Cekcok di Telepon, Tetangga Ungkap Keganjilan Kasus Satu Keluarga di Bekasi

166
0

Beritanext.com – Sempat Cekcok di Telepon, Tetangga Ungkap Keganjilan Kasus Satu Keluarga di Bekasi

Perilaku Haris Simamora atau HS, tersangka pembunuhan satu keluarga di Bekasi di mata tetangga korban ternyata tak pernah disangka-sangka.

Hal tersebut berdasarkan pengakuan seorang tetangga yang rumahnya persis ada di depan rumah keluarga korban, Diperum Nainggolan.

Tetangga korban ini mengungkapkan keganjilan sebelum dan saat pembuhan satu keluarga di Bekasi yang dilakukan HS.

Melansir dari tayangan Kompas TV, tetangga tersebut membenarkan bahwa ia pernah melihat tersangka HS.

Menurut sang tetangga, tersangka Haris Simamora ini jarang sekali terlihat mengunjungi korban di rumah yang berlokasi di Jalan Bojong Nangka 2, Pondok Melati, Bekasi.

“Pernah melihat, dia kesini itu jarang, kalau dia membantu korban mengangkat barang nurunin barang,” ujar tetangga korban yang bernama Lina.

Diperum Nainggolan (38) suami, Maya Boru Ambarita (37) istri dan Sarah Boru Nainggolan (9) anak pertama, Korban pembunuhan sekeluarga di Bekasi (Facebook Maya Sofya Ambarita)

Tersangka Haris Simamora rupanya masih kerabat dekat yakni adik sepupu korban yang bernama Maya Boru Ambarita, istri dari Diperum Nainggolan.

Namun ketika ditanya mengenai hubungan tersangka Haris Simamora dan korban, sang tetangga  justru mengungkapkan bahwa baik-baik saja.

“Kita tidak pernah dengar mereka ribut,” tambah Lina.

Akan tetapi, justru sehari sebelum kejadian, ada peristiwa ganjil yang seolah menjadi pertanda akan kejadian mengenaskan ini.

Korban terlibat cekcok adu mulut lewat telepon dengan seseorang, yang menyebutkan soal mobil dan uang.

“Tapi satu hari sebelum kejadian sekitar jam setengah 5 sore, karyawan saya belanja ke rumah korban, si korban ini sedang menerima telepon dari seseorang,

dan mereka ribut, karena si korban ini membuka speaker jadi kedengeran ada kata-kata mobil, uang,” tutur Lina, tetangga korban.

Meski tak melihat langsung kejadian adu mulut tersebut, namun Lina diberi tahu sendiri oleh sang karyawan keesokan paginya pas korban ditemukan meninggal.

Saat malam kejadian, sang tetangga, Lina mengaku tidak mendengar kegaduhan di rumah korban.

Bahkan sang tetangga ini mengaku heran, kenapa malam itu semuanya pada hening, tenang, tak ada kegaduhan.

Satu keluarga ditemukan tewas di rumah kontrakan di Jalan Bojong nangka II RT 002 RW 07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Selasa (13/11/2018). (KOMPAS.com/-DEAN PAHREVI (Kompas.com)

Padahal menurut Lina, tetangga korban, biasanya sang suami sering pulang dini hari jam 1 sampe jam 3 namun pada malam kejadian, jadwal berubah.

“Gak ada suara gaduh, kita seperti tersirep semuanya. Malam itu tuh pure seperti orang mati tidur,” tutur Lina.

Mengenai mobil Nissan X-Trail yang menjadi petunjuk polisi menemukan tersangka Haris Simamora.

Menurut Lina, mobil Nissan X-Trail tersebut punya kakak korban.

“Mobil nissan X-Trail, yang punya douglas abang korban yang punya kontrakan,” ujar Lina.

“Iya (HS ditetapkan sebagai tersangka),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (16/11/2018).

Mengenai motif tersangka Haris Simamora nekat membunuh satu keluarga di Bekasi ini karena kerap menerima hinaan dari korban.

“Sering dimarah-marahin,” kata Argo Yuwono kepada wartawan, seusai apel Tanggap Musim Penghujan Tahun 2018/2019 di Lapangan Promoter Dit Lantas Polda Metro Jaya, Jumat (16/11/2018).

“Tersangka ini juga sering dihina-hina. Kadang-kadang kalau di situ dibangunkan dengan kaki,” tambah Argo Yuwono.

Tersangka Haris Simamora juga mengutarakan sakit hati karena pekerjaannya sebagai penjaga kosan diambil oleh Diperum Nainggolan.

Tersangka Haris Simamora merasa penghasilannya diambil alih oleh korban.

HS tersangka pembunuhan satu keluarga di Bekasi (kolase facebook/kompas)

Pemilik kosan itu sendiri adalah kakak korban Douglas Nainggolan.

“Pelaku sakit hati karena korban ini pengelola kos. Beberapa waktu yang lalu pengelolanya pelaku,” ujar Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat, saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (16/11/2018) melansir Tribunnews.com.

Pada malam kejadian, tepatnya Senin (12/11/2018) malam, HS mendatangi rumah korban lalu membunuh Diperum Nainggolan dan istrinya Maya Boru Amburita menggunakan linggis.

Setelah membunuh Diperum dan istrinya, tersangka HS mengatakan kedua anak korban, Sarah dan Arya keluar dari kamar untuk melihat kondisi orangtuanya.

Akan tetapi, Haris Simamora menghalangi langkah keduanya dan meminta mereka kembali tidur.

“HS menenangkan dua anak Diperum dan bilang ‘Tidur lagi sana, Mama cuma sakit kok’,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (16/11/2018).

Proses pemakaman jenazah korban pembunuhan anggota satu keluarga di Bekasi di kampung halamannya di Sumatra Utara, Kamis (15/11/2018)(KOMPAS.com / Mei Leandha) (Kompas.com)

Tersangka Haris Simamora yang telah membimbing Sarah dan Arya kembali ke kamarnya, kemudian mengaku menidurkan keduanya.

Saat mulai kembali tertidur, tersangka Haris Simamora mencekik keduanya hingga tewas.

Hal ini seperti yang ditemukan polisi pertama kali saat menggelar olah TKP, di rumah korban, di Jalan Bojong Nangka II, Jatirahayu, Pondok Melati, Kota Bekasi, Selasa (13/11/2018) pagi.

“Sedangkan untuk anak, kehabisan oksigen,  karena tidak ditemukan luka terbuka,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kombes Indarto.

Setelah sadar dirinya telah membunuh, Haris Simamora memutuskan untuk membawa kabur mobil Nissan X-Trail milik korban.

Tujuan tersangka Haris Simamora membawa mobil tersebut adalah untuk menangkan diri dengan berputar-putar membawa mobil tersebut.

Rupanya tersangka Haris Simamora juga merasa ketakutan dan mangalami tekanan mental usai membunuh satu keluarga.

Haris Simamora, Pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi (WARTA KOTA/MUHAMAD AZZAM / Vicky Sulaeman Manullang)

“Setelah kejadian dia menggunakan mobil X-Trail, muter-muter,” ujar Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Wahyu Hadiningrat yang dikutip dari Wartakota.

Setelah berkendara menggunakan mobil korban, tersangka Haris Simamora membuang linggis sebagai barang bukti ke Kalimalang.

Lalu ia memutuskan untuk kembali ke kamar kosnya di daerah Cikarang.

Tersangka Haris Simamora diamankan polisi saat akan melakukan pendakian di Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat pada Rabu (14/11/2018) malam.

Demikianlah artikel beritanext yang berjudul ” Sempat Cekcok di Telepon, Tetangga Ungkap Keganjilan Kasus Satu Keluarga di Bekasi” semoga bermanfaat

sumber :  (Uyun /tribunnewsbogor.com) dipublikasikan Sabtu, 17 November 2018 09:39

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here