Home Health Sudah Empat Tahun Alami Penyakit Misterius, Berawal dari Terpeleset

Sudah Empat Tahun Alami Penyakit Misterius, Berawal dari Terpeleset

133

BeritaNext.Com – Sudah empat tahun Sulastri dirundung lara, anak keduanya kini hanya dapat terbaring lemah tak berdaya di atas kasur di rumah sederhananya, Jalan Aria Putra, Gang Suka Mandiri RT 06/01, Serua, Ciputat, Tangerang Selatan.

Yan Dwi Lestari, putri Sulastri itu mengalami penyakit asing yang menggerogoti seluruh tulang di tubuhnya.

Saat ditemui Warta Kota di kediamannya, Sulastri menceritakan nasib getir yang dialami putrinya itu berawal dari insiden kecil sekira 11 tahun lalu.

“Tahun 2007 dia cuma kepeleset di depan rumah, tapi anehnya kaki kanannya sampai patah,” ucap Sulastri, Jumat (21/12/2018).

Setelah mengalami insiden itu, Sulastri segera menjalani pengobatan alternatif untuk menyembuhkan luka putrinya yang menyebabkan kakinya membengkak.

Sayangnya tidak ada yang dapat mengobati penyakit yang misterius itu meski sudah banyak tempat berobat didatangi oleh Sulastri dan Dwi.

Sulastri juga sempat membawa Dwi ke sejumlah rumah sakit untuk mencari tahu sakit apa yang dialami putrinya itu.

RSUD Tangsel, RS Cipto Mangunkusumo, sampai Rumah Sehat Jampang sudah dicobanya, akan tetapi hasilnya nihil, dokter sulit untuk menjelaskan apalagi mengobati Dwi.

Kondisi Dwi yang ketika itu sudah memiliki dua anak kembar semakin diperparah setelah melahirkan anak ketiganya sekitar tahun 2014 silam.

“2014 saya bawa ke RS Medika Sentul, kata dokternya tulangnya sudah hancur, katanya virus,” kata Sulastri.

Dwi kini hanya terbaring di kasur pemberian dari teman sekolahnya yang iba dengan kondisinya. Menurut Sulastri, tubuh Dwi akan mengalami nyeri hebat jika digerakkan.

Kondisi Dwi yang terus menurun setiap harinya mengharuskan dirinya menggunakan tabung oksigen untuk membantu pernafasan.

Dalam satu hari, Sulastri dapat mengisi ulang tabung oksigen selama tiga kali untuk mempermudah putrinya bernafas.

“Kalau ngga dipakaikan sesak, jadi saya harus ganti terus isinya. Bisa sampai tiga kali sehari,” ujar Sulastri.

Saat itu Dwi menggunakan pakaian merah yang membalut tubuhnya, penyakit misterius itu membuat Dwi tidak seperti berumur 34 tahun. Tubuhnya jauh dari berat ideal.

Meski kondisi Dwi semakin menurun, akan tetapi ketiga anaknya tampak sehat.

Dua anak laki-laki kembar Dwi saat ini berstatus sebagai pelajar SMP Kelas 9. Sedangkan putri bungsunya kini berumur 3,5 tahun.

Sulastri kini hanya bisa pasrah dengan nasib yang dialami putrinya itu, “Saya sekarang ngga tahu harus bagaimana, kalau di bawa ke rumah sakit badannya sakit-sakit, pasrah saja”. (Warta Kota/Zaki Ari Setiawan)