Berita

Terungkap Motif Pelajar SMAN 114 Kirim Pesan Teror Bom ke Koja Trade Mall, Ternyata Cuma Prank

24
×

Terungkap Motif Pelajar SMAN 114 Kirim Pesan Teror Bom ke Koja Trade Mall, Ternyata Cuma Prank

Share this article

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

KILASVIRAL.COM, KOJA – Polisi mengamankan enam pelajar yang terlibat dalam pengiriman pesan berisi teror bom ke pusat perbelanjaan Koja Trade Mall, Jakarta Utara, Kamis (2/11/2023).

Pelajar tersebut diketahui merupakan siswa dari SMAN 114, Jakarta Utara.

Hasil pemeriksaan, terungkap motif teror bom ini hanyalah prank alias bercandaan antar kawan.

Kapolsek Koja Kompol M. Syahroni mengungkapkan, dari enam pelajar yang diamankan, lima di antaranya terlibat dalam aksi prank ini.

“Motif mereka berdasarkan pengakuan daripada saudara FA dan saudara H, mereka ingin apa bahasa anak-anak sekarang tuh, nge-prank ya, mereka ini nge-prank,” ucap Syahroni dalam konferensi pers di Mapolsek Koja, Kamis malam.

Syahroni memaparkan, lima pelajar yang terlibat dalam aksi prank yang meresahkan ini masing-masing ialah FA, H, RF, KH, dan seorang pelajar wanita berinisial SAL.

Kronologi kasus bermula dari empat sekawan yang hendak melakukan prank terhadap H.

“Karena menurut mereka H ini cupu, atau lemah gemulai ya,” ucap Kapolsek.

Ketika masih dalam jam belajar Kamis pagi tadi, FA membuat profil WhatsApp dengan foto dan nama Noordin M. Top.

Diketahui, Noordin M. Top merupakan pelaku gembong teroris yang telah mati ditembak pada 2009 silam.

Menggunakan profil Noordin M. Top, FA pun mengirimkan pesan kepada H bahwa akan ada aksi pengeboman di Koja Trade Mall.

“Isi pesannya akan melakukan pengeboman di daerah Koja di atau di KTM, kemudian ditambahkan, jika kamu peduli dengan Noordin M. Top, kamu harus mengikuti acara pengeboman, jadi ini dikirim ke IG,” papar Syahroni.

H yang menerima pesan dari FA kemudian meneruskan pesan itu ke akun Instagram Koja Trade Mall.

Manajemen mall kemudian menjadikan pesan tersebut sebagai alat untuk melaporkan adanya ancaman teror bom ke pihak kepolisian.

Sementara itu, tiga pelajar lainnya yakni RF, KH, dan SAL ikut tergabung dalam satu grup WhatsApp yang sama dengan FA, sehingga turut diamankan.

Syahroni menambahkan, para pelajar tersebut belum ditetapkan sebagai tersangka hingga saat ini.

Mereka masih diperiksa dan akan dibina lebih lanjut terkait kelakuannya menjadikan teror bom sebagai lelucon.

Baca artikel menarik lainnya di Google News.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *